POLAJABAR.COM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan perhatian serius terhadap kasus kekerasan yang menimpa seorang petugas penjaga pintu perlintasan kereta api di Kabupaten Garut. Beliau mengimbau tiga orang pelaku pengeroyokan untuk segera menyerahkan diri secara kooperatif kepada pihak kepolisian.

Langkah menyerahkan diri dinilai sebagai solusi praktis terbaik bagi para pelaku guna menghindari tindakan tegas dan perburuan oleh aparat penegak hukum. Jika imbauan ini diabaikan, pihak kepolisian dipastikan akan melakukan pengejaran intensif untuk menangkap ketiganya.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan langsung oleh pria yang akrab disapa KDM ini saat menemui korban pengeroyokan bernama Andika. Pertemuan yang berlangsung penuh simpati tersebut terjadi pada Selasa, 14 Juli 2026.

"Saya meminta kepada saudara sekalian yang telah melakukan tindakan penganiayaan tersebut untuk segera menyerahkan diri," ujar Dedi Mulyadi.

Andika, yang sedang menjalankan tugas mulianya saat peristiwa terjadi, kini mendapatkan perhatian khusus agar kondisi fisik dan psikologisnya segera pulih. KDM mengapresiasi dedikasi tinggi yang ditunjukkan oleh Andika dalam menjaga keselamatan para pengguna jalan.

Sebagai solusi preventif ke depan, peningkatan sistem pengamanan di sekitar perlintasan sebidang kereta api dinilai sangat mendesak untuk diterapkan. Langkah ini penting guna memberikan rasa aman bagi petugas yang bekerja di area rawan konflik sosial.

Di sisi lain, masyarakat juga diberikan edukasi praktis untuk selalu bersikap sabar dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas saat melewati perlintasan kereta api. Kesadaran bersama menjadi kunci utama dalam meminimalisir gesekan antara petugas dan pengguna jalan.

Kasus hukum ini kini tengah dikawal ketat untuk memastikan keadilan bagi korban yang sedang bertugas. Dikutip dari Antara, proses penyelidikan tetap berjalan dan kepolisian terus mengumpulkan bukti-bukti pendukung di lapangan.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.