POLA JABAR - Mengganti oli motor mungkin terlihat sebagai tugas perawatan yang paling dasar dan sederhana, namun ironisnya, proses inilah yang paling sering diwarnai oleh serangkaian kesalahan fatal yang berpotensi merusak mesin motor secara jangka panjang. 

Kesalahan paling mendasar yang kerap dilakukan adalah mengabaikan spesifikasi oli yang direkomendasikan pabrikan. Banyak pemilik motor, demi menghemat biaya atau karena minimnya pengetahuan, seringkali memilih oli berdasarkan merek atau harga terendah tanpa memperhatikan kode viskositas (kekentalan) yang tertera pada botol, seperti 10W-40 atau 20W-50, serta standar kualitas API dan JASO yang ditentukan. Padahal, motor modern, terutama yang berkapasitas tinggi atau motor kopling basah, memiliki kebutuhan pelumasan yang sangat spesifik.

Menggunakan oli dengan viskositas yang terlalu encer bisa menyebabkan lapisan pelindung oli pecah pada suhu tinggi (shear), sementara oli yang terlalu kental akan membebani kerja mesin dan mengurangi efisiensi bahan bakar.

Kesalahan krusial berikutnya, yang sering dilakukan oleh mekanik amatir maupun pemilik motor yang mengerjakannya sendiri, berkaitan erat dengan penggunaan drain plug (baut pembuangan oli) dan filter oli. 

Baut pembuangan oli memiliki torsi pengencangan yang sangat spesifik dan relatif rendah. Pengencangan baut yang berlebihan (over-tightening) adalah malapetaka yang umum. Torsi yang terlalu kuat dapat merusak ulir pada crankcase (bak mesin) yang terbuat dari aluminium, menyebabkan kebocoran permanen, dan perbaikan ulir ini memakan biaya yang tidak sedikit. Sebaliknya, pengencangan yang terlalu longgar tentu akan menyebabkan oli menetes dan berkurang selama perjalanan, berisiko menyebabkan mesin kekurangan pelumasan. 

Selain baut, gagal mengganti atau mengencangkan oil filter dengan benar juga merupakan blunder fatal. Filter oli yang kotor atau aus tidak akan mampu menyaring residu logam dan kotoran, yang kemudian akan bersirkulasi kembali ke mesin, mempercepat keausan komponen internal.

Tidak hanya sebatas pemilihan oli dan pengencangan baut, prosedur penggantian itu sendiri seringkali dilakukan secara terburu-buru dan tidak sempurna. Kesalahan umum ketiga adalah tidak membuang seluruh oli lama secara tuntas. 

Motor harus didiamkan setidaknya 10 hingga 15 menit setelah baut pembuangan dibuka agar semua oli kotor, yang membawa residu karbon dan partikel logam, benar-benar menetes keluar. Seringkali, pengendara mengisi oli baru segera setelah tetesan oli melambat, meninggalkan sisa oli kotor yang kemudian mencemari oli baru, mengurangi efektivitas pelumasan secara keseluruhan. 

Kesalahan keempat adalah mengganti oli dengan volume yang salah, baik terlalu banyak (overfilling) maupun terlalu sedikit (underfilling). Oli yang terlalu banyak dapat menyebabkan tekanan berlebihan di dalam mesin dan foaming (berbusa), yang merusak kemampuan pelumasan. Sebaliknya, oli yang kurang akan menyebabkan pelumasan tidak merata dan mesin cepat panas.