POLA JABAR - Tantangan cuaca ekstrem kini membayangi para jemaah haji Indonesia yang sedang berada di Kota Makkah. Suhu udara di kota suci tersebut diperkirakan mencapai puncaknya hingga 43 derajat celsius, sehingga jemaah diminta untuk lebih memperhatikan kondisi fisik mereka.
Menanggapi kondisi tersebut, pihak Kemenhaj melalui Maria Assegaff mengeluarkan imbauan agar jemaah meningkatkan kewaspadaan kesehatan. Jemaah sangat disarankan untuk memperbanyak minum air putih, menggunakan alat pelindung diri saat keluar ruangan, serta sebisa mungkin menghindari aktivitas berat di bawah terik matahari pada siang hari. Pengaturan waktu ibadah yang bijak juga menjadi kunci agar stamina jemaah tidak merosot sebelum puncak haji tiba.
Data kesehatan saat ini menunjukkan bahwa sebanyak 6.823 jemaah menjalani rawat jalan, sementara 141 orang harus dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Dari jumlah tersebut, 59 jemaah dilaporkan masih dalam perawatan intensif. Petugas kesehatan di Tanah Suci terus bersiaga untuk menangani jemaah yang mengalami gangguan kesehatan secara cepat.
Kedisiplinan jemaah dalam menjaga kesehatan mandiri sangat menentukan kelancaran ibadah mereka hingga seluruh rangkaian haji selesai.***