POLA JABAR - Isu keamanan transportasi bagi perempuan ternyata memiliki dampak luas hingga ke sektor ekonomi. Laporan survei global dari Thomson Reuters Foundation bersama YouGov memberikan gambaran betapa krusialnya fasilitas seperti gerbong khusus wanita bagi produktivitas sebuah negara.

Dalam survei tersebut disebutkan bahwa perempuan di banyak kota besar di dunia cenderung lebih bergantung pada transportasi umum dibandingkan laki-laki. Jika sistem transportasi dianggap tidak aman atau rentan pelecehan, hal itu akan membatasi mobilitas sosial dan ekonomi perempuan secara signifikan.

Ketidaknyamanan di ruang publik, seperti kondisi berdesakan dan minimnya ruang pribadi, sering kali membuat perempuan merasa rentan. Oleh karena itu, penyediaan ruang khusus bukan sekadar masalah fasilitas, melainkan upaya untuk memastikan perempuan dapat bepergian dengan rasa aman untuk bekerja, bersekolah, dan beraktivitas secara mandiri.

Kehadiran gerbong khusus wanita di Indonesia merupakan langkah nyata untuk mendukung kemandirian perempuan di ruang publik, meski standar keamanannya kini terus dievaluasi demi mencegah dampak fatal saat terjadi kecelakaan.***