POLAJABAR.COM - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, secara resmi membocorkan perkembangan terbaru mengenai rencana reaktivasi signifikan Bandara Husein Sastranegara. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan konektivitas udara kota Bandung dengan dunia luar.
Fokus utama dari reaktivasi ini adalah pembukaan kembali rute penerbangan yang bersifat internasional. Rencana tersebut telah disusun dengan matang untuk memastikan kelancaran operasional begitu fasilitas bandara siap sepenuhnya untuk melayani penumpang lintas negara.
Secara spesifik, dua destinasi internasional telah ditetapkan sebagai prioritas utama dalam tahap awal pengoperasian kembali bandara tersebut. Kedua negara yang menjadi target pembukaan rute perdana adalah Singapura dan Malaysia.
Penetapan waktu untuk dimulainya operasional penerbangan internasional ini juga telah diumumkan oleh Wali Kota Farhan. Target waktu yang ditetapkan pemerintah kota menunjukkan adanya percepatan dalam proses persiapan akhir bandara.
"Pokoknya persiapan kita gini. Antara 17 Agustus sampai September, udah langsung internasional. Tetep Singapura sama Malaysia," kata Farhan, Selasa (7/7/2026).
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa masyarakat Bandung dapat menantikan dimulainya layanan penerbangan internasional dari Bandara Husein Sastranegara dalam rentang waktu antara pertengahan Agustus hingga September tahun 2026.
Rencana strategis ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Bandung untuk memperkuat posisi Husein Sastranegara sebagai gerbang udara penting di Jawa Barat. Hal ini diharapkan akan mendongkrak sektor pariwisata dan perdagangan.
Dilansir dari sumber berita terkait, rencana ini merupakan respons terhadap kebutuhan masyarakat dan pelaku bisnis yang menginginkan opsi penerbangan internasional langsung dari kota Bandung tanpa harus transit melalui bandara lain.
