POLAJABAR.COM - Sebuah insiden tragis terjadi di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Rabu (8/7/2026), merenggut nyawa tiga orang warga setempat. Peristiwa maut tersebut dipicu oleh ledakan yang berasal dari mortir jenis 81 komando.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB di area Kampung Ciparang. Lokasi spesifik kecelakaan adalah di RT 04/RW 07, Desa dan Kecamatan Cipatat, yang kini menjadi fokus penyelidikan lebih lanjut.
Kepolisian Resor (Polres) Cimahi segera merespons kejadian tersebut untuk mengidentifikasi penyebab pasti ledakan dan dampak yang ditimbulkan. Pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan mengenai korban jiwa.
Kapolres Cimahi, AKBP Niko A. Adi Putra, memberikan keterangan awal berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari lokasi kejadian. Keterangan saksi mata menjadi landasan awal dalam proses investigasi yang sedang berjalan.
Menurut keterangan yang diperoleh dari para saksi mata di sekitar lokasi, ketiga korban ditemukan dalam kondisi tidak bergerak setelah ledakan terjadi. Hal ini mengindikasikan dampak ledakan yang sangat fatal bagi mereka.
"Berdasarkan keterangan saksi, ketiga korban sudah tergeletak di sekitar lokasi ledakan," kata AKBP Niko A. Adi Putra.
Saksi mata kemudian berupaya memberikan pertolongan kepada salah satu korban yang masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Korban dengan nafas terakhir tersebut segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan darurat.
"Saksi pun kemudian menolong satu korban yang masih bernapas ke Puskesmas Rajamandala," ujar AKBP Niko A. Adi Putra.
Namun, upaya penyelamatan terhadap dua korban lainnya tidak berhasil dilakukan karena kondisi yang sudah sangat parah. Kedua korban tersebut dinyatakan meninggal di tempat kejadian perkara.
