POLA JABAR – Proses penilaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 kini dilakukan dengan sistem komputerisasi penuh untuk menjamin objektivitas dan keadilan hasil ujian.
Mekanisme ini diterapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai dasar validasi nilai akademik dalam seleksi SNBP 2026.
1. Analisis Respons Otomatis
Tahap pertama dimulai segera setelah peserta menyelesaikan ujian. Sistem akan melakukan analisis respons otomatis, yaitu proses pencocokan setiap jawaban peserta dengan kunci jawaban resmi dari seluruh mata uji.
Langkah ini memastikan tidak ada intervensi manusia dalam proses penilaian, sehingga hasilnya benar-benar objektif dan transparan.
2. Penilaian per Mata Uji
Setelah analisis awal, sistem melanjutkan ke tahap penilaian per mata pelajaran, baik mata pelajaran wajib maupun pilihan.
Dalam tahap ini, penilaian kemungkinan menggunakan metode Item Response Theory (IRT), sistem pembobotan yang menilai berdasarkan tingkat kesulitan dan konsistensi jawaban peserta.
IRT memungkinkan perbandingan hasil antar peserta tetap adil, meskipun tingkat kesulitan soal bisa berbeda di setiap sesi ujian.