POLA JABAR – Setiap 29 November, dunia memperingati Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina.

Peringatan ini bukan sekadar simbolis, melainkan memiliki tujuan nyata yang ditegaskan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

PBB menegaskan bahwa peringatan ini bertujuan untuk:

  • Menyerukan pemenuhan hak-hak rakyat Palestina, termasuk hak menentukan nasib sendiri.
  • Menjadi simbol tuntutan diakhirinya pendudukan Israel atas wilayah Palestina.
  • Mendukung hak para pengungsi Palestina untuk kembali ke tanah mereka sesuai hukum internasional.
  • Mendorong tercapainya solusi politik berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip hukum internasional dan resolusi PBB.

PBB juga menekankan bahwa konflik Palestina tetap menjadi ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional.

Sejak lebih dari empat dekade peringatan ini digelar, sejumlah peristiwa penting tercatat, antara lain:

  • 2001: Dorongan pembentukan International Force untuk melindungi warga Palestina dari kekerasan.
  • 2005: Peta yang menampilkan seluruh Israel sebagai Palestina ditampilkan dalam event PBB.
  • 2021: Sekjen PBB Antonio Guterres menegaskan bahwa situasi di wilayah Palestina yang diduduki masih menjadi tantangan besar bagi perdamaian dan keamanan internasional.

Dalam halaman UNESCO terkait Hari Solidaritas Palestina, Audrey Azoulay, Direktur Jenderal UNESCO, menyatakan bahwa peringatan ini memberikan kesempatan komunitas internasional menunjukkan dukungan terhadap impian rakyat Palestina akan masa depan yang damai.***