POLA JABAR - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara resmi kembali ke format asalnya, yaitu pengiriman makanan menggunakan wadah ompreng. Perubahan ini menandai berakhirnya penyesuaian menu kering yang sempat diterapkan selama bulan Ramadan untuk keperluan berbuka puasa.

Format baru ini mulai diimplementasikan tepat pada hari pertama masuk sekolah, Senin, 31 Maret 2026. Namun, hari perdana kembalinya sistem ompreng ini diwarnai oleh keluhan masyarakat, khususnya terkait ketepatan waktu distribusi di wilayah Gresik.

Sebuah unggahan dari akun Instagram @onlyajenk menjadi viral setelah menunjukkan keterlambatan pengiriman jatah makan siang di salah satu sekolah di Gresik pada Senin lalu. Dalam video tersebut, dilaporkan bahwa armada pengantar makanan baru sampai di lokasi setelah para siswa dipulangkan.

Beberapa poin krusial yang dilaporkan oleh pemilik akun antara lain:

  • Ketidaksesuaian Waktu: Siswa diketahui sudah pulang sejak pukul 12.30 WIB, sementara kiriman baru terlihat di sekolah pada siang menjelang sore.

    Keluhan Orang Tua: Melalui percakapan digital, wali murid mempertanyakan mengapa distribusi antar kelas tidak seragam.

    Dalam unggahan tersebut, tertulis keterangan: “MBG datang jam 14.00 WIB, sedangkan anak-anak pulang jam 12.30 WIB,”.

    Kekecewaan wali murid juga terlihat dalam tangkapan layar pesan singkat yang berbunyi: “Ini kenapa kok kelas 6 nggak ada MBG-nya? Sudah nunggu lama lho anak-anak, kok aneh? Kenapa nggak barengan sama yang kelas 1 yang dikirim jam 11?”.

    Berdasarkan rekaman video, terlihat para guru berusaha memindahkan makanan saat kiriman tiba pada pukul 13.30 WIB. Selain itu, pihak sekolah juga sempat memberikan instruksi melalui pesan singkat agar siswa menyiapkan wadah mandiri: "Pesan pemberitahuan juga meminta para siswa untuk membawa tempat makannya masing-masing."