POLA JABAR – Meski tren mobil listrik terus meningkat di Indonesia, kendaraan jenis mobil listrik keluarga berkapasitas tujuh penumpang (7-seater) masih menghadapi sejumlah tantangan.
Menurut Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), adopsi mobil listrik keluarga memang belum semasif kendaraan konvensional karena beberapa faktor penting berikut.
1. Harga Beli Masih Relatif Tinggi
Walau pemerintah sudah memberikan berbagai insentif seperti PPN 1% dan bebas BBNKB, harga mobil listrik 7-seater tetap tergolong tinggi bagi sebagian masyarakat.
Teknologi baterai dan komponen canggih yang digunakan membuat biaya produksinya masih lebih besar dibanding mobil berbahan bakar bensin.
2. Pilihan Model Masih Terbatas
Di pasar Indonesia, pilihan mobil listrik berkapasitas tujuh penumpang masih sedikit.
Sebagian besar kendaraan listrik yang tersedia saat ini didominasi model sedan, SUV lima penumpang, atau city car.
Hal ini membuat keluarga besar memiliki opsi yang lebih sempit ketika ingin beralih ke kendaraan listrik penuh (full EV).