POLAJABAR.COM - Pemerintah Kota Bandung menyatakan komitmen penuh untuk mendukung kebijakan terbaru Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam upaya menekan angka kejahatan jalanan. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan kesiapannya untuk menyelaraskan langkah dengan program yang dicanangkan pimpinan daerah tingkat provinsi tersebut.
Langkah ini diambil menyusul inisiatif Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang meluncurkan sayembara berhadiah bagi masyarakat. Dilansir dari pemberitaan terkait, program tersebut ditujukan untuk memperketat pengamanan dari ancaman kejahatan jalanan seperti begal, copet, hingga jambret.
Dalam program tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi menyiapkan dana apresiasi berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 50 juta. Hadiah ini diperuntukkan bagi warga yang berhasil menangkap pelaku kejahatan jalanan secara langsung dalam keadaan hidup dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian.
Pernyataan dukungan resmi dari Pemerintah Kota Bandung tersebut disampaikan langsung di gedung pemerintahan setempat. Wali Kota memberikan tanggapannya saat berada di Balai Kota Bandung pada Senin (27/7/2026).
Kota Bandung sendiri terus berupaya mengantisipasi potensi aksi kejahatan di area publik untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan warga. Oleh karena itu, skema penguatan keamanan di tingkat basis masyarakat kembali menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
"Kalau saya ikut Gubernur, titik," kata Muhammad Farhan.
"Pokoknya saya ikut Gubernur saja. Termasuk siskamling, semua saya ikut Gubernur," kata Muhammad Farhan.
Dengan adanya dorongan ini, aktivitas pos keamanan lingkungan atau siskamling di seluruh penjuru Kota Bandung diproyeksikan akan semakin digalakkan. Sinergi antara partisipasi masyarakat dan aparat penegak hukum diharapkan dapat menciptakan situasi wilayah yang aman dan kondusif.
