POLA JABAR – Memasuki puncak musim penghujan di awal tahun 2026, sejumlah wilayah kini mulai siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang seringkali menjadi tantangan besar bagi para pengendara, baik roda dua maupun roda empat, karena jarak pandang yang berkurang dan jalanan yang licin.

Demi keselamatan selama di perjalanan, berikut adalah panduan aman berkendara saat menghadapi cuaca buruk:

1. Kurangi Kecepatan Secara Signifikan

Saat hujan deras, cengkeraman ban pada aspal akan berkurang drastis akibat lapisan air (aquaplaning). Hindari mengebut dan jaga jarak aman lebih jauh dari kendaraan di depan. Hal ini memberikan ruang lebih bagi Anda untuk melakukan pengereman mendadak tanpa risiko tergelincir.

2. Nyalakan Lampu Utama, Bukan Hazard

Pastikan lampu utama tetap menyala agar posisi Anda terlihat oleh pengendara lain. Sangat tidak disarankan menyalakan lampu hazard saat kendaraan sedang berjalan, karena dapat membingungkan pengemudi lain mengenai arah manuver Anda. Lampu hazard hanya digunakan saat kendaraan berhenti dalam keadaan darurat.

3. Waspadai Area Pohon dan Papan Reklame

Angin kencang seringkali menyebabkan pohon tumbang atau papan reklame roboh. Jika memungkinkan, hindari berteduh atau memarkir kendaraan di bawah pohon besar, tiang listrik, atau baliho tua yang terlihat tidak kokoh.