POLA JABAR – Setelah menempuh perjalanan ratusan kilometer selama mudik Lebaran, kondisi fisik mobil tentu mengalami penurunan performa. Salah satu komponen yang paling krusial namun sering kali luput dari perhatian adalah sistem pengereman, khususnya kondisi minyak rem (brake fluid).
Rem yang bekerja ekstra keras saat menghadapi kemacetan di tanjakan atau turunan curam dapat menyebabkan suhu minyak rem meningkat drastis. Jika diabaikan, risiko rem blong bisa mengancam keselamatan Anda saat perjalanan arus balik.
Mengapa Minyak Rem Harus Dicek?
Minyak rem bersifat higroskopis, artinya ia dapat menyerap uap air dari udara seiring berjalannya waktu dan penggunaan yang intens. Jika kandungan air dalam minyak rem terlalu tinggi, titik didihnya akan turun. Akibatnya, saat rem panas, akan muncul gelembung udara di dalam sistem (vapor lock) yang membuat rem terasa "ngempos" atau tidak pakem.
Berikut adalah 3 langkah mudah mengecek minyak rem pasca-mudik:
1. Periksa Volume pada Tabung Reservoar
Buka kap mesin dan cari tabung plastik putih (biasanya terletak di dekat booster rem). Pastikan cairan berada di antara garis Minimum dan Maximum. Jika berkurang drastis, ada kemungkinan terjadi kebocoran pada selang atau kampas rem sudah mulai tipis.
2. Perhatikan Perubahan Warna
Minyak rem yang masih baru biasanya berwarna bening kekuningan. Jika warnanya sudah berubah menjadi cokelat tua atau keruh kehitaman, itu tandanya minyak rem sudah terkontaminasi kotoran dan uap air. Segera lakukan pengurasan untuk menjaga performa pengereman.