POLA JABAR – Musim hujan sering kali menjebak para pengendara mobil dalam situasi sulit, mulai dari menerjang genangan hingga mobil yang terendam saat diparkir.
Dalam kondisi panik ketika air mulai surut, banyak pemilik kendaraan cenderung melakukan kesalahan fatal: langsung mencoba menyalakan mesin.
Padahal, memutar kunci kontak atau menekan tombol start saat mobil baru saja terendam air bisa berujung pada kerusakan mesin permanen.
Untuk menghindari kerugian yang lebih besar, berikut adalah prosedur pertama yang wajib dilakukan saat mobil terjebak banjir.
1. Larangan Keras Menyalakan Mesin (Water Hammer)
Kesalahan paling umum dan paling merusak adalah mencoba menyalakan mesin. Jika air masuk ke dalam ruang bakar melalui filter udara, menyalakan mesin akan memicu fenomena water hammer.
Air yang tidak bisa dikompresi akan menghantam piston dan stang piston hingga bengkok atau patah, yang berakibat pada turun mesin total dengan biaya perbaikan mencapai puluhan juta rupiah.
2. Putus Aliran Kelistrikan (Cabut Aki)
Segera buka kap mesin dan lepaskan kabel terminal negatif pada aki. Langkah ini bertujuan untuk mencegah terjadinya arus pendek (korsleting) pada komponen elektronik mobil (ECU) dan sistem kelistrikan lainnya.