POLA JABAR – Olahraga lari memang menyehatkan, namun sering kali menyisakan rasa nyeri, terutama di bagian paha atas. Banyak orang menganggap hal ini hanya kelelahan biasa atau pegal setelah beraktivitas (fatigue). Padahal, ada beberapa penyebab medis yang perlu diwaspadai agar tidak berlanjut menjadi cedera kronis.
Memahami sumber nyeri adalah langkah awal untuk proses pemulihan yang lebih cepat bagi para pelari.
1. Cedera Otot atau Muscle Strain
Penyebab paling umum adalah tarikan otot yang berlebihan atau muscle strain. Hal ini terjadi ketika serat otot di area quadriceps (paha depan) atau hamstring (paha belakang) tertarik melampaui batas elastisitasnya. Biasanya, nyeri ini muncul mendadak akibat intensitas lari yang terlalu tinggi tanpa pemanasan yang cukup.
2. Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS)
Jika rasa sakit baru muncul 12 hingga 24 jam setelah lari, kemungkinan besar Anda mengalami DOMS. Ini adalah reaksi alami tubuh terhadap robekan mikroskopis pada serat otot akibat beban kerja yang baru atau lebih berat dari biasanya. Rasa sakit ini umumnya akan hilang dengan sendirinya dalam 2-3 hari.
3. Tendonitis pada Area Pinggul
Nyeri di paha atas bagian dalam atau dekat pangkal paha bisa mengindikasikan adanya peradangan pada tendon atau tendonitis. Gerakan repetitif saat berlari dapat menekan jaringan ikat ini, terutama jika Anda sering berlari di medan yang tidak rata atau menanjak.