POLA JABAR - Salah satu penggunaan weton yang paling populer hingga saat ini adalah untuk menghitung kecocokan pasangan sebelum menikah. Istilah "ketemu weton" sering kali menjadi syarat penting dalam proses lamaran di lingkungan keluarga yang masih memegang teguh tradisi.

Dalam perhitungan jodoh, neptu kedua calon mempelai dijumlahkan lalu dibagi dengan angka tertentu untuk mendapatkan kategori hasil, seperti Pegat, Ratu, Jodoh, hingga Topo. Salah satu hasil yang sangat diharapkan adalah Satrio Pinayungan, yang melambangkan pasangan tersebut akan selalu mendapatkan perlindungan dan kemuliaan dalam rumah tangganya.

Namun, para sesepuh Jawa juga sering mengingatkan bahwa hitungan ini bukanlah vonis mati. Jika hasil hitungan menunjukkan potensi hambatan, biasanya disarankan untuk melakukan ritual tertentu atau memilih hari pernikahan yang sangat baik untuk meminimalisir efek negatifnya. Inti dari perhitungan ini sebenarnya adalah agar pasangan lebih mawas diri dan siap menghadapi tantangan hidup bersama.

Pada akhirnya, komitmen, kasih sayang, dan komunikasi yang baik tetaplah fondasi utama dalam membangun rumah tangga yang harmonis.***