POLA JABAR – Beras merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia yang dikonsumsi setiap hari. Namun, sebagai konsumen, kita harus ekstra teliti saat membeli beras di pasar maupun swalayan. Tak jarang, beras dipoles menggunakan pemutih (klorin) atau pengawet agar tahan lama dan terlihat bersih mengilap.
Agar kesehatan keluarga tetap terjaga, berikut adalah cara medis—secara organoleptik—untuk mengenali beras yang bagus dan alami:
1. Perhatikan Warna Beras
Beras yang alami biasanya memiliki warna yang tidak terlalu putih bersih, melainkan sedikit kusam atau cenderung bening sedikit kekuningan. Jika Anda menemui beras yang putihnya sangat mencolok atau terlihat "pucat", waspadalah. Beras yang terlalu putih sering kali telah melalui proses pemutihan menggunakan zat kimia yang dapat mengiritasi lambung jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
2. Cek Aroma Beras
Beras yang berkualitas memiliki aroma khas yang segar dan alami. Hindari membeli beras yang beraroma apek atau justru beraroma sangat harum yang menyengat (seperti parfum). Aroma apek menandakan beras sudah lama disimpan, sedangkan aroma wangi yang tidak alami bisa jadi berasal dari penambahan zat pewangi buatan.
3. Peras atau Remas Beras dengan Tangan
Cobalah mengambil segenggam beras dan remas dengan telapak tangan. Beras yang mengandung pelicin atau bahan kimia biasanya akan terasa sangat licin dan meninggalkan bekas putih seperti bedak di tangan. Beras yang bagus akan terasa sedikit kesat dan memiliki tekstur non-greasy saat disentuh.