POLA JABAR – Pemerintah secara resmi telah menuntaskan pembangunan 65 titik Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang masuk dalam tahap pertama pengerjaan. Inisiatif strategis ini merupakan bagian dari program prioritas nasional di sektor kelautan dan perikanan yang bertujuan untuk mengakselerasi kesejahteraan masyarakat pesisir di seluruh penjuru Indonesia.
Trian Yunanda, Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP Tahap I dan II, memberikan konfirmasi mengenai keberhasilan penyelesaian infrastruktur tersebut.
“Pekerjaan konstruksi KNMP Tahap I pada 65 lokasi telah selesai sepenuhnya 100 persen per akhir April 2026,” ujar Trian Yunanda, dikutip dari laman Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jumat (08/05/2026).
Sebagai langkah tindak lanjut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengesahkan Keputusan Menteri Nomor 20 Tahun 2026. Peraturan ini mendasari pembentukan Satuan Tugas (Satgas) yang bertugas mengawal operasionalisasi KNMP agar berjalan secara efektif, transparan, dan sistematis.
KNMP bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan pusat pertumbuhan ekonomi biru. Di lokasi-lokasi tersebut, pemerintah telah menyediakan fasilitas vital seperti gudang beku (cold storage), pabrik es, bengkel kapal, sentra kuliner, hingga kios perbekalan.
“Kami pastikan seluruh fasilitas dapat segera berfungsi secara optimal. Selanjutnya Satgas akan memastikan kesiapan operasionalisasi KNMP dapat berjalan efektif,” kata Trian.
Program ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan dan pengentasan kemiskinan. Pada momen peringatan Hari Buruh beberapa waktu lalu, Presiden secara khusus menyoroti kesulitan yang selama ini dihadapi para nelayan saat melaut.
"Yang selama ini mereka susah, mereka melaut tanpa es, sekarang kita bikin pabrik es di tiap kampung nelayan. Kita juga akan bantu kapal-kapal untuk mereka," ujar Presiden.
Pemerintah memiliki peta jalan ambisius untuk merevitalisasi ribuan kampung nelayan di tahun-tahun mendatang. Untuk tahun 2026 saja, target peresmian mencapai angka seribu lebih lokasi, yang akan terus bertambah secara progresif demi menjangkau jutaan nelayan Indonesia.