POLA JABAR – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menilai bahwa kiprah Persib Bandung di kompetisi bergengsi AFC Champions League Two (ACL Two) musim 2026/2027 mendatang mengemban misi besar. Menurutnya, momentum ini bukan sekadar mengejar prestasi di lapangan hijau, melainkan peluang emas untuk mengangkat citra (city branding) Kota Bandung di kancah internasional.
Tampilnya skuad Pangeran Biru di level Asia dipastikan membawa tantangan baru, terutama dalam kesiapan infrastruktur olahraga. Farhan menegaskan, pembenahan fasilitas pertandingan agar lolos verifikasi ketat konfederasi sepak bola Asia (AFC) menjadi prioritas yang harus dihadapi bersama.
“Kalau kita bertanding di ajang AFC, artinya Persib akan menggelar laga kandang di Kota Bandung. Ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk belajar dan meningkatkan kualitas Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) agar sepenuhnya memenuhi standar internasional atau standar AFC,” ujar Farhan, Jumat (29/5/2026).
Farhan mengakui bahwa memenuhi kualifikasi internasional bukanlah perkara mudah. Ia berkaca pada proses renovasi Stadion Si Jalak Harupat beberapa waktu lalu yang menuntut komitmen tinggi demi memenuhi standar ketat dunia.
Meski penuh tantangan, Wali Kota Bandung ini optimistis bahwa hasil yang didapatkan sebanding dengan eksposur yang diterima Kota Kembang. Keberhasilan Persib menembus kompetisi Asia dipandang sebagai pintu gerbang utama untuk mempromosikan potensi kota ke audiens global.
“Mengapa sangat penting bagi Persib untuk menang dan berjaya di Liga Asia? Jawabannya adalah eksposur internasional. Jika citra internasional kita bagus, hal itu akan menjadi modal berharga dalam membangun city branding yang kuat,” jelasnya.
Wali Kota Bandung Bocorakan Efek Finansial Kemenangan Persib Terhadap Pendapatan Daerah
Menariknya, Farhan juga mengaitkan potensi sport tourism ini dengan sektor transportasi udara. Ia menilai, jika prestasi internasional Persib berpadu dengan rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara, maka Bandung akan memiliki daya tarik luar biasa bagi wisatawan luar negeri maupun investor.
“Jika city branding ini berhasil, ditambah lagi dengan diaktifkannya kembali Bandara Husein, wah, itu akan menjadi paket komplit untuk kemajuan kota,” tutur Farhan optimis.
Mengakhiri pernyataannya, Farhan berharap atmosfer kompetisi ACL Two tidak hanya melahirkan kebanggaan baru di hati bobotoh dan warga Bandung, tetapi juga menjadi katalis positif bagi roda perekonomian daerah. Mulai dari kebangkitan sektor pariwisata, penguatan industri ekonomi kreatif, hingga masuknya peluang investasi baru di Kota Bandung.***