POLAJABAR - Secara sederhana, pelaku Ekonomi Kreatif (ekraf) merupakan individu atau entitas bisnis yang berfokus pada penciptaan nilai tambah (ekonomi, sosial, budaya).
Para pelaku ekraf ini, biasanya berbasis kepada ide, kreativitas, serta kekayaan intelektual sumber daya manusia.
Dengan kata lain, mereka merupakan para inovator yang biasanya menggunakan keahlian, bakat, dan ide kreatif sebagai modal utamanya.
Agar kemampuan para pelaku ekraf ini terus bertahan di saat gempuran teknologi merajalela, tentunya butuh pendampingan dari para pemangku kebijakan.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia menyelenggarakan program Onboarding Pelaku Ekonomi Kreatif ke Pasar Digital (PaDi).
Kegiatan tersebut bermaksud, untuk bisa meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku ekonomi kreatif (ekraf), khususnya para pelalu UMKM di Bogor Raya.
Program tersebut bertujuan, guna meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran, transaksi, serta promosi produk.
Melalui kegiatan ini, para pelaku ekraf diharapkan akan mampu memperluas usaha, serta membangun ekosistem usaha yang lebih kuat bersama pemerintah serta mitra industri.
"Kekuatan ekonomi kreatif terletak pada keragaman ide dan kemampuan adaptif terhadap perubahan zaman, keberhasilan produk tidak hanya bergantung pada kreativitas, tetapi juga akses terhadap pasar yang luas dan berkelanjutan," kata Kepala Disparbud Jabar Iendra Sofyan.