POLAJABAR.COM - Akses Jembatan Gantung Sukamenak yang vital, menghubungkan wilayah Kabupaten Ciamis dengan Kota Tasikmalaya, telah dibuka kembali untuk umum. Jembatan ini sebelumnya sempat menjadi sorotan publik setelah ditutup secara sepihak oleh Kepala Desa Wanasigra.
Secara geografis, jembatan ini berfungsi sebagai penghubung krusial antara Desa Wanasigra di Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, menuju Kelurahan Sukamenak di Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya. Pembukaan kembali ini mengakhiri ketegangan yang sempat terjadi akibat penutupan tersebut.
Penutupan akses jembatan ini dilakukan dengan menggunakan rumpun bambu sebagai penghalang fisik. Tindakan ini merupakan bentuk protes yang dilakukan oleh Kepala Desa Wanasigra terkait adanya persoalan administratif mengenai akses jalan dan status lahan di sekitar area jembatan.
Tokoh yang mengambil peran kunci dalam penyelesaian masalah ini adalah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Beliau memutuskan untuk turun langsung meninjau kondisi di lokasi jembatan yang menjadi sumber polemik tersebut.
Peristiwa pembukaan kembali jembatan ini terjadi pada hari Sabtu, tanggal 4 Juli 2026. Kunjungan Gubernur Dedi Mulyadi pada hari tersebut secara simbolis menandai berakhirnya penutupan akses vital bagi kedua wilayah.
Dedi Mulyadi secara langsung memimpin proses pembukaan kembali jembatan tersebut setelah melakukan peninjauan di lokasi. Langkah ini diambil demi memastikan mobilitas warga dapat segera berjalan normal seperti sedia kala.
"Jembatan yang sempat ditutup Kepala Desa Wanasigra itu kini sudah bisa dilalui warga," menggarisbawahi bahwa fungsi utama jembatan sebagai penghubung telah dipulihkan, sebagaimana dicatat dalam perkembangan situasi.
Dilansir dari sumber berita terkait, penutupan tersebut dilakukan oleh Kepala Desa Wanasigra, Yudi Wahyudi, sebagai bentuk protes terkait persoalan akses jalan dan lahan di sekitar jembatan. Hal ini menunjukkan adanya perselisihan yang mendasari penutupan tersebut.
Dikutip dari pemberitaan sebelumnya, kunjungan Gubernur Dedi Mulyadi pada Sabtu (4/7/2026) tidak hanya meninjau, tetapi sekaligus membuka kembali akses jembatan yang sebelumnya ditutup, mengakhiri aksi protes tersebut.
