POLAJABAR.COM - Pemerintah Kabupaten Bandung menunjukkan komitmennya terhadap kesejahteraan warganya dengan menyambangi seorang warga yang sedang berjuang melawan sakit di Kampung Rancawaas RW 12, Desa Sukamukti, Kecamatan Majalaya, Minggu (5/7/2026).

Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Camat Majalaya, H. Rofiran, S.STP., M.Si., bersama jajaran pemerintah daerah setempat, bukan sekadar kunjungan seremonial. Rombongan memastikan kondisi warga secara langsung, mengevaluasi kebutuhan mendesak, sekaligus menghadirkan solusi nyata melalui layanan kesehatan dan bantuan sosial.

Dalam tinjauan tersebut, tim gabungan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga yang sakit. Selain itu, diserahkan pula paket sembako dan family kit sebagai bentuk kepedulian dari Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS).

Pemerintah daerah juga meninjau kondisi rumah warga yang direncanakan akan masuk dalam program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Aksi kemanusiaan ini melibatkan kolaborasi lintas perangkat daerah, termasuk Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan), Kepala Puskesmas Wangisagara, Pemerintah Desa Sukamukti, hingga Ketua RW 12. Kolaborasi ini menegaskan upaya pelayanan terpadu kepada masyarakat.

Camat Majalaya, H. Rofiran, menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk memastikan tidak ada warga yang menghadapi kesulitan tanpa pendampingan.

"Kami hadir untuk melihat langsung kondisi warga sekaligus memastikan kebutuhan mendesak dapat segera ditindaklanjuti. Pemerintah Kabupaten Bandung berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, baik melalui bantuan sosial, layanan kesehatan, maupun program perbaikan rumah tidak layak huni," ujar H. Rofiran.

Berdasarkan data pemerintah, keluarga penerima manfaat ini sebelumnya telah menerima berbagai bentuk dukungan, meliputi bantuan sosial ATENSI bagi penyandang disabilitas berat pada periode 2011–2015, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra yang pernah diterima almarhum istri, bantuan pangan berupa beras, serta BLT Desa.

Melalui kunjungan ini, pemerintah berharap kondisi keluarga dapat terus dipantau sehingga intervensi lanjutan, khususnya program Rutilahu, dapat segera direalisasikan sesuai ketentuan yang berlaku.