POLA JABAR  – Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi membuka akses pengecekan data bagi penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah strategis ini dibarengi dengan penyiapan sistem integrasi data nasional terpadu yang bertujuan untuk meningkatkan akurasi serta transparansi dalam pelaksanaan program penguatan gizi masyarakat di seluruh Indonesia.

Dalam skema ini, BGN memposisikan diri sebagai konsolidator data yang menyatukan berbagai sumber informasi dari kementerian dan lembaga terkait.

Hal ini dilakukan tanpa mengintervensi kewenangan masing-masing instansi sebagai penyedia data utama.

“BGN adalah pengguna data. Kami membutuhkan data yang terintegrasi agar seluruh kementerian memiliki acuan yang sama,” ujarnya di Jakarta, Rabu (23/4).

Data penerima manfaat program MBG merupakan hasil sinkronisasi dari beberapa institusi besar. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bertanggung jawab atas data peserta didik, sementara Kementerian Agama menyediakan basis data untuk madrasah dan pesantren. Selain itu, Kementerian Kesehatan menjadi rujukan data untuk kelompok balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui.

Guna mempercepat proses validasi di lapangan, BGN telah meluncurkan portal khusus melalui laman validasidata.bgn.go.id. Laman ini dapat dimanfaatkan secara luas oleh pemerintah daerah, pihak sekolah, hingga kader posyandu untuk memverifikasi apakah data warga di wilayah mereka sudah terinput ke dalam sistem.

“Silakan dicek apakah wilayah atau sekolah sudah terdata. Ini langkah awal percepatan validasi,” kata Sony.

Menatap masa depan, Badan Gizi Nasional berencana mengembangkan integrasi data yang lebih canggih menggunakan teknologi Application Programming Interface (API). Teknologi ini memungkinkan berbagai platform milik kementerian digabungkan ke dalam satu sistem tunggal secara otomatis.