POLA JABAR - Bagi Anda penggemar camilan sehat, almond pasti selalu masuk dalam daftar belanjaan. Rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah membuatnya sering dikelompokkan ke dalam keluarga kacang-kacangan bersama kacang tanah atau kacang mete. Namun, jika kita membedahnya dari sudut pandang botani, status almond ternyata bukan seperti yang dibayangkan banyak orang.

Berdasarkan literatur kesehatan dari Harvard Health Publishing, almond sebenarnya tidak termasuk dalam klasifikasi "kacang sejati". Lalu, masuk ke dalam kategori apakah si superfood ini?

Secara ilmiah, almond adalah bagian dari buah pohon Prunus dulcis. Jika Anda melihat pohon almond yang sedang berbuah, penampakannya lebih mirip dengan pohon persik atau plum daripada tanaman kacang tanah.

Almond sebenarnya diklasifikasikan sebagai drupa atau buah batu. Buah batu adalah jenis buah yang memiliki bagian berdaging di luar dan cangkang keras di dalamnya yang melindungi biji. Yang kita makan selama ini yang kita sebut sebagai "kacang almond" sebenarnya adalah biji yang berada di dalam cangkang keras tersebut.

Jadi, secara teknis, almond memiliki hubungan kekerabatan yang lebih dekat dengan buah persik, ceri, dan aprikot dibandingkan dengan kacang tanah atau kenari. Saat buah almond matang, bagian berdagingnya akan mengering dan terbelah, memperlihatkan cangkang yang berisi biji lezat yang kita konsumsi.

Mungkin Anda bertanya-tanya, apa bedanya dengan kacang yang sebenarnya? Dalam dunia botani, "kacang sejati" (seperti hazelnut atau kastanye) memiliki karakteristik unik di mana cangkang dan bijinya tidak terpisah secara alami saat matang.

Sedangkan almond, bersama dengan mete dan kacang kenari (walnut), masuk dalam kategori kuliner sebagai "tree nuts" atau kacang pohon, meski secara botani mereka tetaplah biji dari buah batu. 

Perbedaan istilah ini seringkali memicu kebingungan, namun para ahli di Harvard Health menekankan bahwa penyebutan "kacang" pada almond lebih berfungsi untuk mempermudah klasifikasi dalam dunia kuliner dan gizi.

Terlepas dari perdebatan apakah ia biji atau kacang, profil nutrisi almond tetap menjadikannya salah satu makanan paling padat gizi di dunia. Harvard Health mencatat beberapa keunggulan utama almond bagi tubuh yakni sebagai berikut: