POLA JABAR - Bagi penderita diabetes, memilih asupan karbohidrat seringkali memicu kekhawatiran. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah: "Bolehkah penderita diabetes makan jagung?" Mengingat rasanya yang manis, banyak yang mengira jagung adalah pantangan besar. Namun, benarkah demikian?
Kabar baiknya, menurut panduan dari Diabetes UK, penderita diabetes tetap boleh mengonsumsi jagung. Jagung bukanlah musuh, asalkan dipahami cara kerja nutrisinya terhadap kadar gula darah.
Jagung dikategorikan sebagai sayuran berpati (starchy vegetable). Meski mengandung gula alami dan karbohidrat, jagung juga kaya akan serat, vitamin, dan mineral. Serat inilah yang menjadi kunci utama bagi penderita diabetes.
Berdasarkan data dari Diabetes UK, makanan kaya serat sangat direkomendasikan karena membantu memperlambat penyerapan glukosa ke dalam aliran darah. Hal ini mencegah lonjakan gula darah secara drastis setelah makan. Selain itu, jagung mengandung antioksidan seperti lutein yang baik untuk kesehatan mata area yang sering menjadi perhatian bagi pasien diabetes.
Kunci utama mengonsumsi jagung terletak pada Indeks Glikemik (IG). Jagung memiliki skor IG menengah. Artinya, jagung dapat meningkatkan gula darah lebih lambat dibandingkan roti putih atau nasi putih, tetapi lebih cepat dibandingkan sayuran hijau.
Pihak Diabetes UK menekankan bahwa penderita diabetes tidak perlu menghindari karbohidrat secara total. Yang diperlukan adalah "pertukaran karbohidrat". Jika Anda ingin makan jagung bakar atau sup jagung, Anda sebaiknya mengurangi porsi karbohidrat lain seperti nasi atau kentang pada waktu makan yang sama.
Tips Mengonsumsi Jagung yang Aman
Agar tetap aman bagi gula darah, perhatikan cara penyajiannya:
Pilih Jagung Utuh: Jagung rebus atau kukus jauh lebih baik daripada jagung dalam kalengan yang seringkali mengandung tambahan gula atau garam tinggi.