POLA JABAR – Dermatitis atopik, atau yang lebih dikenal dengan sebutan eksim susu oleh masyarakat awam, adalah kondisi peradangan kulit kronis yang sering menyerang bayi dan anak-anak.
Kondisi ini membuat kulit menjadi sangat kering, gatal, dan sensitif terhadap lingkungan.
Karena lapisan pelindung kulit (skin barrier) mereka lebih lemah, anak dengan dermatitis atopik memerlukan perhatian ekstra agar gejalanya tidak sering kambuh (flare-up).
Berikut adalah gejala yang perlu diwaspadai dan cara perawatannya:
Gejala Umum Dermatitis Atopik pada Anak:
- Gatal Luar Biasa: Rasa gatal biasanya memburuk pada malam hari, yang sering kali mengganggu kualitas tidur si kecil.
- Ruam Kemerahan: Pada bayi, ruam sering muncul di area pipi dan kulit kepala. Pada anak yang lebih tua, ruam cenderung muncul di lipatan siku, belakang lutut, dan pergelangan tangan.
- Kulit Sangat Kering dan Kasar: Terkadang kulit terlihat bersisik hingga muncul kerak tipis yang jika digaruk dapat menimbulkan luka infeksi.
Cara Perawatan Kulit yang Tepat:
- Gunakan Metode Mandi Pendek: Mandikan anak dengan air suam-suam kuku selama tidak lebih dari 10 menit. Hindari air yang terlalu panas karena dapat memicu rasa gatal dan membuat kulit semakin kering.
- Pilih Sabun Hypoallergenic: Gunakan sabun khusus untuk kulit sensitif yang bebas pewangi (fragrance-free) dan bebas deterjen keras seperti sodium lauryl sulfate (SLS).
- Teknik "Celup dan Oles": Setelah mandi, jangan gosok kulit anak dengan handuk. Cukup tepuk-tepuk lembut hingga setengah kering, lalu segera oleskan pelembap tebal atau emollient dalam waktu 3 menit untuk mengunci kelembapan.
- Pilih Pakaian Berbahan Katun: Hindari bahan wol atau sintetis yang kasar karena dapat memicu iritasi. Bahan katun 100% adalah pilihan terbaik agar kulit anak tetap bisa bernapas.
- Jaga Kebersihan Kuku: Pastikan kuku anak selalu pendek untuk meminimalkan risiko luka dan infeksi akibat garukan yang tidak sengaja.***