POLA JABARMenulis adalah proses menuangkan ide, namun mengedit adalah proses memastikan ide tersebut sampai ke pikiran pembaca tanpa hambatan. Sering kali, penulis terjebak dalam penggunaan kata-kata yang berlebihan dengan harapan tulisan akan terlihat lebih cerdas atau puitis. Padahal, dalam dunia penulisan profesional, kejelasan adalah segalanya. Kalimat yang terlalu panjang, berbelit-belit, dan penuh dengan kata mubazir justru akan mengubur inti pesan yang ingin disampaikan.

Langkah pertama dalam menciptakan tulisan yang kuat adalah keberanian untuk menghapus. Banyak penulis merasa sayang untuk membuang paragraf yang sudah disusun susah payah, namun efisiensi kalimat adalah kunci utama agar pembaca tetap bertahan dari awal hingga akhir artikel.

Mendeteksi 'Lemak' dalam Kalimat 

Kalimat yang tidak efektif biasanya mengandung banyak kata keterangan (adverbs) atau kata sifat (adjectives) yang sebenarnya tidak memberikan informasi tambahan yang berarti. Sebagai contoh, frasa "berlari dengan sangat cepat sekali" bisa diringkas menjadi "melesat". 

Kata-kata seperti "sangat", "benar-benar", atau "mungkin saja" sering kali hanya menjadi beban bagi sebuah kalimat tanpa memperkuat makna di dalamnya. Dengan memangkas kata-kata tersebut, struktur kalimat Anda akan menjadi lebih bertenaga dan langsung pada intinya.

Kekuatan Verba dan Penghapusan Kata Berulang 

Pengulangan ide dalam satu paragraf juga merupakan bentuk ketidakefektifan yang sering tidak disadari. Kadang kita menjelaskan sebuah konsep dua kali menggunakan kata yang berbeda hanya untuk memastikan pembaca mengerti. 

Padahal, jika kalimat pertama sudah disusun dengan kuat, kalimat kedua hanya akan menjadi gangguan. Fokuslah pada penggunaan kata kerja (verbs) yang spesifik dan hindari penggunaan kalimat pasif yang cenderung membuat susunan kata menjadi lebih panjang dan membosankan.

Sebagaimana ditekankan dalam panduan penyuntingan dari laman Writing Forward, inti dari proses editing yang efektif adalah menghilangkan segala sesuatu yang tidak mendukung tujuan utama dari teks tersebut. Proses ini melibatkan ketelitian dalam melihat setiap kata dan bertanya pada diri sendiri: "Apakah kata ini benar-benar diperlukan?" Jika sebuah kata dihilangkan dan makna kalimat tetap utuh, maka kata tersebut adalah kandidat kuat untuk dihapus. Teknik ini membantu penulis untuk fokus pada kejernihan pesan daripada sekadar memenuhi jumlah kata.