POLAJABAR.COM - Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan truk dump Fuso kembali terjadi di jalur utama penghubung antar-wilayah. Dikutip dari media berita lokal, peristiwa tragis ini berlangsung di Jalan Raya Sukabumi-Bogor, tepatnya Kampung Cijalingan, Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi.

Peristiwa maut tersebut merenggut nyawa seorang pengendara sepeda motor berinisial DA (39). Korban yang diketahui merupakan warga Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian pada Jumat (24/7/2026).

Berdasarkan penelusuran kronologi, peristiwa berawal saat korban mengendarai sepeda motor Honda Beat berplat nomor B 3537 BXX. Saat itu, DA sedang melaju dari arah Sukabumi menuju Bogor dengan membonceng seorang penumpang perempuan berinisial SN (23).

Analisis awal mengenai penyebab kecelakaan menunjuk pada hilangnya kendali kendaraan saat melintasi kontur jalan yang berliku. Motor yang dikendarai korban tidak mampu dikuasai secara penuh ketika memasuki area tikungan di kawasan Cijalingan tersebut.

Kondisi kendaraan yang hilang kendali menyebabkan sepeda motor bergerak melebihi jalur aman pengendara. Pada saat bersamaan, sebuah truk dump Fuso meluncur dari arah berlawanan sehingga benturan keras frontal tidak dapat terhindarkan.

Pihak kepolisian segera menerjunkan personel untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan lalu lintas. "Petugas Satlantas Polres Sukabumi telah melakukan penanganan di lokasi kejadian dan membenarkan adanya insiden kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa tersebut," kata Ipda Wangsit Edi Wibowo.

Tingkat keparahan benturan antara kendaraan bermotor roda dua dan kendaraan berbobot besar seperti truk Fuso menjadi faktor utama fatalitas korban. Struktur fisik kendaraan berat membuat potensi risiko cedera fatal meningkat drastis saat terjadi benturan langsung.

Jalur Sukabumi-Bogor dikenal memiliki titik-titik rawan kecelakaan yang didominasi oleh tikungan tajam dan intensitas kendaraan berat. Kurangnya kehati-hatian atau kehilangan konsentrasi sesaat di area tikungan sering kali menjadi pemicu utama insiden lalu lintas di lintasan tersebut.

Kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan agar senantiasa menjaga batas kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur rawan. Penanganan evakuasi korban beserta pengamanan barang bukti kendaraan saat ini telah diselesaikan oleh petugas berwenang.