POLAJABAR.COM - Upaya pemerintah pusat dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional kini berfokus pada dorongan produksi susu dalam negeri. Dikutip dari pemberitaan resmi, program swasembada komoditas ini menjadi salah satu perhatian utama yang sedang digarap oleh Kementerian Pertanian.

Langkah strategis tersebut diambil guna merespons tingginya ketergantungan Indonesia terhadap pasokan susu dari luar negeri. Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan perkembangan terbaru ini saat mengunjungi KPSBU Lembang pada Jumat (24/7/2026).

"Presiden Prabowo Subianto sangat serius dalam membangun ketahanan pangan nasional secara menyeluruh demi kesejahteraan masyarakat," kata Hanif Faisol Nurofiq.

Keseriusan pemerintah dalam sektor pangan ini sejatinya telah membuahkan hasil positif pada beberapa komoditas utama. Dua komoditas pangan vital, yakni beras dan jagung, tercatat telah berhasil mencapai status swasembada penuh.

Kendati demikian, tantangan besar masih membentang pada sektor peternakan, khususnya dalam pemenuhan konsumsi susu harian. Produksi dari para peternak susu lokal di berbagai daerah di tanah air dinilai masih sangat minim untuk memenuhi kebutuhan pasar.

"Namun masih banyak komoditas lain yang harus segera kita kejar dengan cepat swasembadanya, termasuk susu, di mana hampir 80 persen kebutuhan nasional masih dipenuhi melalui impor," kata Hanif Faisol Nurofiq.

Kondisi tingginya angka impor tersebut memberikan dampak langsung terhadap perekonomian para peternak lokal. Ketergantungan pasar pada produk luar negeri menuntut adanya intervensi kebijakan yang nyata agar peternak domestik dapat meningkatkan produktivitas mereka.

Guna mengimbangi peningkatan permintaan pasokan susu nasional, Kementerian Pertanian terus mengkaji langkah percepatan produksi. Pemerintah berharap kolaborasi dengan berbagai koperasi peternak seperti di Lembang dapat mempercepat pencapaian target swasembada susu secara berkelanjutan.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.