POLAJABAR.COM - Layar gawai kini menjadi tempat berkumpul baru bagi anak-anak Indonesia yang menghabiskan waktu luang mereka secara digital. Namun, di balik serunya permainan virtual tersebut, potensi bahaya tak terlihat tengah mengintai dari balik ruang percakapan gim online.

Gim online saat ini bukan lagi sekadar wahana hiburan untuk melepaskan penat bagi anak-anak. Berbagai komunitas digital dan fitur obrolan di dalamnya justru berisiko dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk mendekati para pemain muda.

Melalui interaksi yang intensif, penganut paham ekstrem menyusup secara perlahan untuk membangun kedekatan emosional dengan anak. Proses doktrinasi radikal tersebut kemudian disisipkan secara halus tanpa memicu kecurigaan dari para orang tua.

Ancaman penyebaran ideologi berbahaya ini secara tegas disuarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Perubahan pola doktrinasi ini menjadi perhatian serius pemerintah dalam menjaga keamanan generasi muda Indonesia.

Dikutip dari detikJabar, perkembangan teknologi digital disinyalir telah mengubah peta dan strategi kelompok radikal secara signifikan. Informasi penting mengenai pergeseran pola doktrinasi ini disampaikan pada Kamis (23/7/2026).

Kepala BNPT, Eddy Hartono, menjelaskan bahwa interaksi secara tatap muka kini tidak lagi menjadi satu-satunya jalur penyebaran paham ekstrem. Proses pendekatan justru lebih sering terjadi melalui layar gawai yang diakses anak-anak setiap hari.

"Masyarakat perlu mengawasi agar anak-anak Indonesia tidak sampai terpapar ideologi radikal, baik melalui algoritma media sosial maupun permainan gim online," kata Eddy Hartono.

Peran aktif orang tua sangat dibutuhkan untuk mendampingi serta memantau aktivitas digital buah hati mereka. Pengawasan yang memadai diharapkan dapat membentengi generasi muda dari pengaruh konten negatif yang tersebar di ruang siber.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.