POLA JABAR – Penyakit Alzheimer, yang ditandai dengan penurunan fungsi kognitif dan memori, menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di dunia seiring bertambahnya usia populasi. Berbagai penelitian terus dilakukan untuk mencari strategi pencegahan, dan kini perhatian dunia ilmiah semakin tertuju pada potensi besar dari buah yang sering kita nikmati: Anggur.

Sebuah tinjauan dan studi praklinis yang dipublikasikan dalam jurnal terkemuka, Alzheimer’s Research & Therapy, telah menyorot secara mendalam peran senyawa alami yang terkandung dalam anggur dan ekstrak bijinya sebagai agen neuroprotektif yang menjanjikan.

Anggur: Sumber Polifenol Berkekuatan Ganda

Kunci dari khasiat anggur terletak pada kekayaan kandungan polifenol di dalamnya, khususnya dari biji dan kulit buah. Senyawa seperti Resveratrol, Proantosianidin (dari ekstrak biji anggur/GSE), serta Antosianin adalah beberapa nama yang paling banyak diteliti.

Polifenol-polifenol ini dikenal memiliki aktivitas biologis yang kuat dan multi-target dalam memerangi mekanisme utama di balik perkembangan Alzheimer.

Mekanisme Anggur dalam Melindungi Otak dari Alzheimer

Hasil penelitian, termasuk yang disajikan dalam publikasi yang mengulas polifenol anggur dan Alzheimer, menunjukkan bahwa senyawa dari buah ini bekerja melalui beberapa jalur utama:

1. Menghambat Pembentukan Plak Amiloid-Beta

Penyakit Alzheimer secara patologis ditandai dengan penumpukan protein beracun yang disebut Amyloid-beta (Aβ) di otak, yang kemudian membentuk plak.