POLA JABAR – Tren positif terlihat pada kondisi sosial ekonomi di Kota Bandung. Memasuki tahun 2025, jumlah penerima bantuan sosial (bansos) tercatat mengalami penurunan. Hal ini dipicu oleh menurunnya angka kemiskinan serta adanya pembaruan basis data menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Yorisa Sativa, mengungkapkan bahwa perubahan data ini merupakan hasil dari dinamika kondisi ekonomi masyarakat yang kian membaik serta proses verifikasi yang lebih ketat.
Berdasarkan laporan terbaru, terdapat beberapa klasifikasi bantuan yang telah disalurkan kepada masyarakat, di antaranya:
Program Keluarga Harapan (PKH): 34.811 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT/Sembako): 75.978 KPM.
Bantuan Stimulus Ekonomi Triwulan II: 78.362 KPM.
BLT Subsidi Kesra (Triwulan IV): 146.032 KPM.
“Data tersebut merupakan jumlah penerima bantuan sosial yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan dan basis data yang berlaku pada masing-masing program,” ujar Yorisa pada Kamis, 8 Januari 2026.
Penetapan penerima bansos tahun 2025 kini mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 dan Nomor 8 Tahun 2025. Penggunaan DTSEN menggantikan basis data lama seperti DTKS, P3KE, dan Regsosek guna memastikan bantuan lebih tepat sasaran.