POLA JABAR - Nangka, buah tropis yang besar dan berdaging tebal, dikenal karena dua hal: aroma harumnya yang khas saat matang, dan getahnya yang sangat lengket, yang seringkali menjadi tantangan utama saat mengolahnya. Sebelum memasuki tahap penyimpanan atau pengolahan, langkah krusial pertama adalah persiapan yang tepat untuk mengatasi getah. 

Nangka yang belum dikupas akan mengeluarkan getah putih dan lengket dari seluruh permukaannya saat dipotong. Untuk meminimalkan kerepotan ini, metode yang paling efektif adalah dengan melumuri pisau, tangan, dan bahkan permukaan alas potong dengan minyak goreng. 

Minyak bertindak sebagai penghalang yang mencegah getah menempel langsung ke kulit dan peralatan. Setelah itu, belahlah nangka menjadi dua bagian besar, kemudian potong-potong lagi menjadi bagian yang lebih kecil untuk memudahkan pengupasan kulitnya yang tebal dan berduri.

Setelah berhasil mengatasi getah dan memotong nangka menjadi bagian yang lebih mudah ditangani, fokus selanjutnya adalah memisahkan daging buah (isian kuning) dari biji dan seratnya yang tebal. Gunakan tangan yang telah diolesi minyak untuk mengeluarkan biji nangka satu per satu dari serat yang melilitnya. Proses ini harus dilakukan dengan cermat, karena serat di antara daging buah juga mengandung getah yang tersisa. 

Bagian daging buah inilah yang biasanya dikonsumsi langsung atau digunakan dalam hidangan manis seperti es campur, sementara nangka muda (yang belum matang) digunakan untuk hidangan gurih seperti gulai atau sayur nangka. 

The Spruce Eats menyarankan agar bagian daging buah yang sudah bersih segera dipindahkan ke dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah oksidasi dan mempertahankan kelembamannya.

Untuk penyimpanan nangka segar yang sudah dikupas, tujuannya adalah memperlambat proses pembusukan dan mempertahankan rasa serta tekstur khasnya. Daging buah nangka yang sudah dipisahkan harus disimpan di dalam wadah kedap udara (airtight container) dan dimasukkan ke dalam kulkas (chiller). 

Dalam kondisi ini, nangka segar biasanya dapat bertahan antara lima hingga tujuh hari tanpa mengalami perubahan rasa yang signifikan. Penting untuk diingat bahwa nangka memiliki aroma yang sangat kuat, sehingga wadah kedap udara juga berfungsi untuk mencegah aroma tersebut menyebar dan mempengaruhi makanan lain di dalam kulkas. Apabila Anda memiliki jumlah nangka yang sangat banyak dan ingin menyimpannya lebih lama, pembekuan adalah solusi yang sangat baik.

Teknik pembekuan sangat ideal untuk penyimpanan jangka panjang. Daging nangka yang sudah bersih dan kering dapat dimasukkan ke dalam kantong beku (freezer bag) atau wadah beku yang telah dikeluarkan udaranya semaksimal mungkin (untuk mencegah freezer burn).