POLA JABAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memberikan perhatian serius terhadap keberadaan pohon-pohon besar yang tumbuh di atas saluran drainase sepanjang Jalan Otista. Langkah proaktif ini diambil untuk meminimalisir risiko kecelakaan akibat pohon tumbang serta menjaga integritas infrastruktur kota.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memimpin langsung monitoring kewilayahan untuk meninjau kondisi vegetasi di kawasan tersebut. Berdasarkan pengamatan lapangan, banyak akar pohon yang mulai menyembul ke permukaan dan berpotensi merusak struktur drainase di bawahnya.

Meski aspek keselamatan menjadi prioritas utama, Muhammad Farhan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengambil tindakan gegabah seperti penebangan tanpa dasar yang kuat. Ia menyampaikan, penanganan pohon tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa dan harus melalui kajian yang matang.

“Karena berada di atas saluran dan akarnya sudah terlihat, ini berpotensi menimbulkan risiko. Tapi penanganannya harus dikaji dulu dan tidak bisa sembarangan,” ujarnya di sela-sela monitoring kewilayahan, Jumat 9 Januari 2026.

Farhan menjelaskan, di kawasan perkotaan terdapat kondisi tertentu yang mengharuskan adanya penataan. Namun demikian, setiap langkah harus memperhatikan aturan tata ruang dan aspek lingkungan.

Untuk memastikan solusi yang komprehensif, Pemkot Bandung mengerahkan tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sekaligus, yaitu:

  1. DPKP (Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman)

    DSDABM (Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga)

    Ciptabintar (Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang)