POLA JABAR - Dilema memilih pencuci mulut sering kali berujung pada perdebatan antara gelato dan es krim. Keduanya menawarkan sensasi dingin dan manis yang menggoda, namun bagi mereka yang sedang menjaga asupan kalori, pertanyaan besarnya adalah: mana yang lebih ramah bagi kesehatan?

Berdasarkan tinjauan medis yang dihimpun dari Healthline, gelato dan es krim memiliki profil nutrisi yang sangat kontras meski terlihat serupa. Untuk menentukan mana yang lebih sehat, kita perlu membedah komponen utama yang membentuk kedua hidangan beku ini.

Kandungan Lemak: Gelato Unggul Lebih Rendah

Perbedaan paling mencolok terletak pada bahan dasar dan kadar lemaknya. Es krim secara tradisional dibuat dengan proporsi krim yang tinggi, yang secara hukum di banyak negara harus mengandung setidaknya 10 persen lemak susu. Bahkan, banyak merek es krim premium mencapai kadar lemak hingga 20 persen.

Sebaliknya, gelato menggunakan lebih banyak susu cair daripada krim. Hal ini membuat kandungan lemak dalam gelato jauh lebih rendah, biasanya berkisar antara 4 hingga 9 persen saja. Dari sudut pandang asupan lemak jenuh, gelato jelas merupakan pilihan yang lebih ringan bagi mereka yang membatasi kolesterol.

Udara dan Kepadatan Nutrisi

Proses pembuatan juga memengaruhi bagaimana tubuh kita menerima pencuci mulut ini. Es krim diaduk dengan kecepatan tinggi untuk memasukkan banyak udara, yang dikenal sebagai overrun. Hasilnya adalah tekstur yang ringan dan mengembang, namun secara volume, es krim mengandung banyak "udara kosong".

Gelato diaduk dengan kecepatan yang jauh lebih lambat, menghasilkan tekstur yang lebih padat dan creamy. Karena densitasnya yang tinggi, porsi gelato yang lebih kecil sering kali sudah cukup untuk memuaskan lidah dibandingkan dengan satu skup besar es krim. Namun, perlu diingat bahwa karena lebih padat, kalori per skupnya bisa jadi tetap bersaing jika porsinya tidak dijaga.

Kadar Gula: Sisi yang Perlu Diwaspadai