POLA JABAR – Pertanyaan mengenai keseragaman waktu Idul Fitri di kawasan Asia Tenggara selalu menarik perhatian menjelang akhir Ramadan.
Untuk tahun 2026 atau 1447 Hijriah, terdapat peluang besar bahwa Indonesia dan Malaysia akan merayakan hari kemenangan pada tanggal yang sama, meskipun saat ini kedua pemerintah masih menunggu hasil observasi lapangan.
Berikut adalah perbandingan penetapan Idul Fitri di Indonesia dan Malaysia:
1. Ketetapan Muhammadiyah di Indonesia
Di Indonesia, organisasi Muhammadiyah telah lebih dulu mengumumkan bahwa Idul Fitri 1447 H jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026. Keputusan ini berdasarkan Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 yang menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal. Perhitungan menunjukkan bahwa pada 19 Maret, posisi bulan sudah memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) dengan tinggi di atas 5 derajat dan elongasi di atas 8 derajat.
2. Prosedur Pemerintah Indonesia
Berbeda dengan Muhammadiyah, Pemerintah Indonesia belum menetapkan tanggal resmi. Kementerian Agama baru akan menggelar Sidang Isbat pada Kamis, 19 Maret 2026. Pemerintah menggunakan gabungan metode hisab dan rukyatul hilal (pemantauan langsung) untuk memastikan apakah hilal sudah memenuhi kriteria sebelum mengambil keputusan final.
3. Posisi Pemerintah Malaysia
Tak jauh berbeda dengan Indonesia, Pemerintah Malaysia juga belum menetapkan 1 Syawal 1447 H. Otoritas keagamaan di Malaysia masih harus melaksanakan pemantauan hilal di berbagai titik di Negeri Jiran tersebut. Keputusan resmi di Malaysia biasanya diumumkan oleh Penyimpan Mohor Besar Raja-Raja setelah menerima laporan hasil rukyat.