POLA JABAR - Siapa yang bisa menolak sensasi kenyal dari boba dalam minuman kekinian, cireng yang gurih, atau kerupuk yang renyah? Semua makanan favorit ini memiliki satu kesamaan bahan utama: tepung tapioka. Berasal dari pati singkong yang diekstrak, tapioka telah menjadi primadona di dunia kuliner, terutama bagi mereka yang menjalani gaya hidup gluten-free.

Namun, di balik popularitasnya yang melonjak, muncul sebuah pertanyaan mendasar: apakah makanan berbahan tepung tapioka benar-benar sehat bagi tubuh kita? Mari kita bedah faktanya secara mendalam menurut informasi dari healthline.com.

Apa Itu Tapioka Sebenarnya?

Tapioka adalah pati murni yang diekstrak dari akar tanaman singkong (Manihot esculenta). Melalui proses pencucian dan pemerasan yang panjang, cairan pati ini kemudian dikeringkan hingga menjadi bubuk putih halus. 

Berbeda dengan tepung singkong yang menggunakan seluruh bagian akar, tapioka hanya mengambil saripatinya saja. Hal inilah yang membuat tapioka hampir seluruhnya terdiri dari karbohidrat tanpa banyak kandungan serat, protein, atau lemak.

Kandungan Nutrisi: Sumber Energi yang Cepat

Jika kita melihat dari kacamata nutrisi, tapioka sering kali disebut sebagai sumber "kalori kosong". Mengapa demikian? Dalam satu cangkir tapioka kering, terdapat sekitar 544 kalori dan 135 gram karbohidrat. Namun, kandungan protein, lemak, vitamin, dan mineral di dalamnya sangatlah minim.

Meskipun bukan "gudang gizi", tapioka memiliki keunggulan bagi kelompok tertentu. Karena sifatnya yang murni pati, tapioka sangat mudah dicerna oleh tubuh, menjadikannya sumber energi instan yang efisien bagi atlet atau mereka yang membutuhkan asupan kalori cepat setelah beraktivitas berat.

Manfaat Tapioka dalam Diet Khusus