POLAJABAR - Aplikasi "Nyari Gawe" yang baru saja diresmikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), sepertinya akan menjadi salah satu langkah nyata.

Aplikasi tersebut, guna memperkuat ekosistem terkait ketenagakerjaan yang adaptif, yang berpihak kepada masyarakat, khususnya bagi pencari kerja.

Untuk mekanisme aplikasi "Nyari Gawe" ini, bisa dibilang cukup sederhana. Data para pencari kerja akan langsung diberikan oleh Dinas Tenaga Kerja ke pihak perusahaan.

Seperti yang dijelaskan langsung oleh KDM, seperti yang dilansir dari laman resmi jabarprov.go.id.

"Kemudian, oleh HRD dipanggil untuk seleksi, tidak perlu melamar. Jadi tidak usah capek-capek," ungkapnya di PT Sun Bright Lestari, Kabupaten Indramayu, pada Selasa kemarin.

Dengan adanya aplikasi tersebut, diharapkan akan bisa menjadi terobosan baru, khususnya dalam mempertemukan pelaku indrustri dengan calon tenaga kerja lokal.

Dengan harapan, bisa secara lebih cepat, efisien, serta lebih transparan.

Terkait hal tersebut, Bupati Indramayu yakni Lucky Hakim sangat mengapresiasi terkait peluncuran aplikasi "Nyari Gawe" yang diluncukan oleh Pemda Jabar.

"Kami sangat bersyukur dengan adanya aplikasi ini. Selama ini kami prihatin melihat orang-orang mau kerja sampai desak-desakan, bahkan ada yang pingsan. Padahal mereka mau bekerja, bukan meminta uang," ungkap Lucky.