POLA JABAR – Memasuki H+7 Idul Fitri 1447 Hijriah, kepadatan kendaraan di Ruas Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) dilaporkan mulai melandai. Meskipun pergerakan menuju Ibu Kota masih tergolong masif, volume kendaraan sudah menunjukkan tren penurunan dibandingkan hari-hari puncak arus balik sebelumnya.

Pihak pengelola jalan tol mencatat bahwa pada Sabtu (28/3), arus lalu lintas mulai menunjukkan sisa-sisa pergerakan warga yang kembali dari kampung halaman secara bertahap.

Data Lalu Lintas Terkini

General Manager (GM) Operasi dan Pemeliharaan PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek, Desti Anggraeni, mengungkapkan bahwa pada periode H+7 kemarin, sebanyak 35.120 kendaraan terpantau melintas menuju arah Jakarta. Angka ini masih mengalami peningkatan sebesar 29,3 persen dibandingkan lalu lintas normal yang biasanya berada di angka 27.161 kendaraan.

Sebaliknya, arus kendaraan yang meninggalkan Jakarta tercatat sebanyak 20.036 kendaraan. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 33,76 persen jika dibandingkan dengan kondisi lalu lintas normal.

Kondisi Jalan Lancar dan Terkendali

Secara umum, kondisi di atas jalan layang terpanjang di Indonesia ini dilaporkan lancar. Penurunan volume ini menjadi indikasi kuat bahwa periode puncak arus balik utama telah terlewati. Petugas operasional di lapangan tetap disiagakan untuk memantau pergerakan kendaraan secara berkelanjutan guna mengantisipasi hambatan sekecil apa pun.

Imbauan bagi Pengendara

Jasa Marga terus mengingatkan pengguna jalan untuk tetap mengutamakan keselamatan. Pastikan kondisi pengemudi dalam keadaan prima dan kendaraan memiliki kecukupan bahan bakar serta daya listrik.