POLA JABAR - Selama ini, banyak orang menganggap gelato hanyalah sebutan bahasa Italia untuk es krim. Namun, bagi para pencinta kuliner sejati, gelato adalah sebuah entitas yang berbeda. Dengan tekstur yang lebih padat, kandungan lemak yang lebih rendah, dan suhu penyajian yang lebih hangat, gelato menawarkan pengalaman rasa yang jauh lebih intens.

Namun, di balik kelembutannya yang memanjakan lidah, tersimpan sejarah panjang yang melibatkan kaisar, bangsawan, hingga inovator jenius yang jarang diketahui publik seperti dilansir dari thedailymeal.com.

Awal Mula: Dari Es Salju Hingga Ramuan Eksotis

Jejak purba gelato sebenarnya tidak dimulai di sebuah kedai modern di Roma, melainkan di peradaban kuno ribuan tahun silam. 

Berdasarkan catatan sejarah, bangsa Mesir kuno dan Romawi sudah menikmati semacam "dessert dingin" dengan cara mengumpulkan salju dari puncak gunung dan mencampurnya dengan madu serta sari buah-buahan.

Konsep awal ini kemudian berkembang pesat pada abad ke-11 melalui pengaruh bangsa Arab di Sisilia. Mereka memperkenalkan shurbat (yang menjadi cikal bakal kata 'sorbet'), sebuah minuman dingin berbahan dasar gula, rempah-rempah, dan bunga yang didinginkan dengan es. Inovasi inilah yang meletakkan fondasi bagi teknik pembuatan hidangan beku di tanah Italia.

Renaisans Florence dan Kelahiran Gelato Modern

Transformasi dari es buah menjadi gelato yang kita kenal sekarang terjadi pada masa Renaisans di Florence, Italia. Dua nama besar sering dikaitkan dengan momen krusial ini. 

Pertama adalah Cosimo Ruggieri, seorang penjual ayam dan juru masak amatir yang memenangkan kompetisi kuliner yang diadakan oleh keluarga Medici. Hidangan penutup dinginnya yang inovatif membuat Catherine de' Medici terpikat dan membawanya ke Prancis.