POLA JABAR - Kelezatan pizza yang kita nikmati saat ini, dengan saus tomat yang tangy, keju yang meleleh, dan pinggiran yang crispy dan chewy, memiliki sejarah yang jauh lebih panjang dan berlapis daripada yang dibayangkan. Jauh sebelum Italia bersatu dan bahkan sebelum tomat tiba di Eropa, konsep roti pipih (flatbread) dengan topping sudah menjadi makanan pokok di banyak peradaban kuno, dari Mesir hingga Yunani.
Cikal bakal pizza yang paling purba adalah hidangan sederhana, sering disebut focaccia, yang dibuat dari adonan yang didiamkan (fermentasi), dipanggang di atas batu panas, dan diberi topping minimalis seperti minyak zaitun dan rempah-rempah lokal.
Bangsa Romawi Kuno juga memiliki versi roti pipih yang disebut placenta atau laganum, yang kadang dibumbui. Makanan ini berfungsi sebagai wadah makan, piring, dan sumber karbohidrat yang murah dan mudah dibuat.
Pada dasarnya, pizza lahir dari kebutuhan dasar manusia akan makanan yang praktis, menggunakan bahan-bahan sisa yang tersedia di tangan. Namun, hidangan ini baru benar-benar bertransformasi menjadi pizza yang kita kenal hari ini setelah ia tiba di jalanan kumuh Napoli, Italia, yang kala itu merupakan kota pelabuhan yang padat dan miskin.
Lompatan penting dalam evolusi pizza terjadi di Napoli pada abad ke-16 dan ke-17. Pada masa itu, Napoli adalah kota dengan jumlah penduduk miskin (lazzaroni) yang besar, dan mereka membutuhkan makanan yang sangat murah, cepat, dan mengenyangkan. Roti pipih yang dibumbui, yang dijual oleh pedagang kaki lima, menjadi solusi sempurna. Komponen krusial yang mengubah flatbread menjadi pizza adalah penambahan tomat. Tomat, yang berasal dari Amerika, baru tiba di Eropa pada abad ke-16 dan awalnya dianggap beracun.
Namun, pada abad ke-18, rakyat Napoli yang miskin mulai bereksperimen dengan menambahkan tomat ke atas roti pipih mereka. Kombinasi sederhana dari adonan, saus tomat, minyak zaitun, dan sedikit keju atau bumbu basil adalah lahirnya pizza modern. Inilah makanan rakyat jelata yang pada awalnya diremehkan oleh kaum bangsawan.
Pizza tidak dianggap sebagai hidangan kuliner yang layak, melainkan makanan jalanan yang dimakan dengan cepat. Sejarah mencatat bahwa pizza tetap menjadi makanan khas regional Napoli hingga terjadi peristiwa yang mengubah segalanya menjadi legenda.
Peristiwa yang mengubah pizza dari makanan jalanan menjadi ikon kuliner Italia terjadi pada tahun 1889. Saat Raja Umberto I dan Ratu Margherita berkunjung ke Napoli, mereka merasa bosan dengan hidangan Prancis yang mewah. Ratu meminta agar disajikan hidangan lokal, dan seorang pizzaiolo (pembuat pizza) terkenal bernama Raffaele Esposito dipanggil.
Raffaele membuat tiga jenis pizza, dan yang paling disukai Ratu adalah pizza yang dihias dengan warna Bendera Italia: merah dari tomat, putih dari keju mozzarella, dan hijau dari daun basil. Pizza ini kemudian dinamakan Pizza Margherita untuk menghormati sang Ratu.