POLA JABAR – Masalah infrastruktur dan tata ruang menjadi fokus utama Pemerintah Kota Bandung di awal tahun 2026. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, secara langsung meninjau sejumlah titik krusial di Kelurahan Cijagra, Kecamatan Buahbatu, dalam agenda Siskamling Siaga Bencana pada Jumat, 9 Januari 2026.

Dalam peninjauan tersebut, Farhan mengidentifikasi beberapa persoalan mendesak, mulai dari buruknya sistem drainase, tumpukan sampah kabel fiber optik di lahan pemkot, hingga pelanggaran tata ruang berupa bangunan liar di atas saluran air.

Fokus Utama: Normalisasi Drainase dan Bongkar Bangunan Liar

Masalah drainase menjadi prioritas utama karena dampaknya yang langsung dirasakan warga berupa genangan air saat hujan deras. Berdasarkan pantauan di lapangan, saluran air tidak berfungsi optimal akibat adanya bangunan yang berdiri di atas badan drainase.

Terkait temuan tersebut, Wali Kota memberikan instruksi tegas untuk pembersihan dan penertiban lahan.

“Hal yang paling umum dan paling terasa dampaknya di wilayah ini tetap masalah drainase. Apalagi ada bangunan-bangunan yang berdiri di atas saluran, itu akan kita minta untuk dibongkar,” ujar Farhan.

Penataan Lahan dan Penerangan Jalan

Selain masalah air, lahan kosong milik Pemkot Bandung di persimpangan Jalan Buahbatu dan BKR juga mendapat perhatian karena menjadi tempat penumpukan sampah kabel fiber optik yang mengganggu estetika dan fungsi lahan.

Di sisi lain, perbaikan infrastruktur publik seperti Penerangan Jalan Umum (PJU) mulai menunjukkan progres. Sepanjang jalur Laswi hingga Pelajar Pejuang yang melintasi Cijagra kini tengah diperbaiki secara bertahap. Hal ini dibarengi dengan pemangkasan pohon-pohon besar yang selama ini menutupi cahaya lampu jalan demi meningkatkan keamanan pengguna jalan di malam hari.