POLA JABAR – Menjamurnya coffee shop di Kota Bandung bukan sekadar tren gaya hidup, melainkan peluang ekonomi yang menjanjikan. Menangkap potensi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menggelar pelatihan barista dasar guna membekali warga dengan keahlian profesional di sektor kuliner kopi.
Program ini dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi masyarakat, mendorong lahirnya wirausaha baru, serta menekan angka pengangguran di Kota Kembang.
Pimpinan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Berkat Abadi Mandiri (BAM), Wawan Sukarnawan, menjelaskan bahwa kurikulum pelatihan ini dibuat sangat detail. Peserta tidak hanya diajarkan cara menyeduh, tetapi juga memahami ekosistem kopi secara utuh.
Materi yang dipelajari meliputi:
Sejarah Kopi: Perjalanan kopi dari Ethiopia hingga masuk ke Nusantara.
Pasca Panen: Pengolahan buah kopi menjadi green bean hingga proses roasting.
Sensory & Coffee Cupping: Teknik memahami karakter rasa kopi (manis, asam, hingga fruity).
Teknik Barista: Praktik penggunaan mesin espresso, resep minuman kekinian, hingga teknik manual brew.
“Peserta juga mendapatkan materi coffee cupping. Ini penting agar calon barista mampu memahami karakter rasa kopi secara profesional,” ujar Wawan di sela pelatihan, Rabu (4/2/2026).