POLA JABAR – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung secara resmi mengonfirmasi bahwa program Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) tetap berlanjut pada tahun 2026 untuk jenjang SD dan SMP. Namun, terdapat beberapa penyesuaian kebijakan signifikan berdasarkan hasil evaluasi tahun sebelumnya untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan.
Kepala Disdik Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, menjelaskan bahwa instrumen RMP sangat krusial dalam menjaga akses pendidikan siswa dari keluarga ekonomi rentan. Salah satu perubahan besar tahun ini adalah penghentian skema bantuan tunai langsung kepada orang tua siswa.
Langkah ini diambil untuk menghindari tumpang tindih dengan Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah pusat.
"Bantuan RMP yang sebelumnya diberikan langsung ke orang tua kami hentikan karena sudah ada PIP. Kami ingin memastikan tidak terjadi duplikasi bantuan yang tidak efektif," ujar Asep, Sabtu (31/1/2026).
Meskipun kuota penerima siswa baru meningkat seiring bertambahnya daya tampung kelas (36 siswa per kelas), anggaran RMP tahun ini mengalami penyesuaian. Total anggaran berada di angka hampir Rp40 miliar, sedikit menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp43 miliar.
Penyaluran bantuan ini akan lebih difokuskan pada:
Sekolah Swasta: Biaya operasional melalui APBD dialokasikan ke sekolah swasta.
Sekolah Negeri: Tetap dibiayai melalui mekanisme anggaran pemerintah yang sudah ada.
Untuk meminimalisir kesalahan sasaran, Disdik bekerja sama dengan Dinas Sosial (Dinsos). Ke depan, penetapan penerima manfaat akan mengacu pada basis data sosial ekonomi nasional dengan segmentasi Desil 1 hingga Desil 5.