POLA JABAR – Tragedi kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi Timur memicu reaksi keras dari kalangan legislatif. Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menegaskan bahwa insiden memilukan ini harus menjadi titik balik untuk melakukan evaluasi total terhadap sistem perhubungan dan perkeretaapian nasional, terutama mengenai keberadaan perlintasan sebidang yang masih menjadi momok bagi keselamatan publik.
Pernyataan tersebut disampaikan Lasarus dalam diskusi Forum Dialektika yang diselenggarakan oleh Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Kamis (30/4/2026).
Membuka pernyataannya, Lasarus menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban yang terdampak.
Ia memastikan bahwa Komisi V menaruh perhatian serius pada proses pemulihan para korban serta normalisasi jalur kereta api agar mobilitas masyarakat tidak terganggu lebih lama.
“Atas nama pimpinan dan seluruh anggota Komisi V, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban yang meninggal dunia, serta kepada korban luka berat maupun ringan, semoga segera diberikan kesembuhan,” ujarnya.
Lasarus menyoroti bahwa akar masalah dari kecelakaan di Bekasi adalah adanya hambatan di perlintasan sebidang.
Ia mengingatkan pemerintah bahwa peringatan mengenai risiko tinggi di titik-titik tersebut sudah sering disampaikan oleh DPR, namun kejadian serupa masih terus berulang.
“Kita sudah mengingatkan bahwa perlintasan sebidang itu sangat berbahaya dan telah berkali-kali memicu kecelakaan kereta api di negeri ini,” tegasnya.
Menurutnya, insiden di Bekasi yang dipicu oleh kendaraan di perlintasan tanpa pengamanan hingga menyebabkan tabrakan beruntun dan jatuh korban jiwa adalah bukti nyata adanya celah serius dalam sistem keselamatan transportasi kita.