POLA JABAR - Pada Rabu 24 November 2025 di adakan kegiatan Peresmian Talun Baladahan Mikro, di Taman Dewi Sartika Balai Kota Bandung, Plt. Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Dudi Prayudi menjelaskan, jika Talun Baladahan Mikro merupakan bentuk hutan pangan mini berukuran hanya 12 meter persegi.

Kendati tak luas, talun baladahan mikro memiliki manfaat besar bagi iklim mikro dan ketahanan ekologis kota.

“Ini hutan pangan yang sangat kecil, tapi punya dampak besar. Dengan merujuk metode Miyawaki, talun mikro ini membantu memulihkan ekosistem kota, memperkuat ketahanan pangan, dan memperbaiki iklim mikro,” jelas Dudi.

Dirinya juga menyampaikan jika konsep talun Sunda yang menggunakan pola multistrata dipadukan dengan metode Jepang Miyawaki Forest untuk menciptakan ekosistem yang cepat tumbuh, rapat, dan kaya biodiversitas.

Konsep tersebut juga merupakan bagian dari program keanekaragaman hayati perkotaan (urban biodiversity) yang mendorong pemulihan ekosistem dari hulu hingga hilir: gunung, hutan, perkotaan, sampai wilayah pesisir.

Dudi juga berpendapat jika pembangunan di Kota Bandung bukan hanya berorientasi pada pertumbuhan fisik dan ekonomi semata, tetapi juga harus memperhatikan aspek lingkungan.

“Keanekaragaman hayati adalah unsur penting kota. Selain menjadi sumber pangan dan obat, tumbuhan menyerap emisi karbon, mengatur tata air, dan menyediakan habitat satwa,” tuturnya. 

“Di kota yang padat seperti Bandung, metode Miyawaki adalah solusi efektif untuk meningkatkan keanekaragaman hayati dalam lahan kecil,” tambah Dudi.

Penanaman Talun Baladahan Mikro dilakukan pada 25 Agustus 2025 sebagai hasil kolaborasi berbagai pihak.