POLAJABAR.COM - Inovasi teknologi kini menyentuh sektor pelayanan publik di Kabupaten Bandung Barat, khususnya dalam pengelolaan program sosial unggulan pemerintah daerah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu percontohan implementasi Kecerdasan Buatan (AI) untuk efisiensi layanan.

Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyawangi, yang berlokasi di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, telah resmi mengadopsi sistem berbasis AI ini. Langkah ini diambil untuk meningkatkan mutu operasional dan efisiensi administrasi program MBG di tingkat kecamatan.

Tujuan utama pemanfaatan AI ini adalah untuk memodernisasi cara interaksi antara penyedia layanan dengan masyarakat penerima manfaat program. Sistem cerdas ini diharapkan mampu mengurangi beban kerja manual pada petugas lapangan.

Kepala SPPG Karyawangi, Arlan Hardi, menjelaskan bahwa integrasi teknologi kecerdasan buatan telah disematkan langsung ke dalam sistem layanan pelanggan mereka. Hal ini merupakan terobosan signifikan dalam respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat.

Dengan adanya AI, setiap pertanyaan yang masuk dari warga, termasuk berbagai laporan yang disampaikan, kini dapat ditangani secara otomatis oleh sistem. Hal ini menghilangkan ketergantungan penuh pada respons operator manusia yang bersifat manual.

"Kan banyak yang bertanya soal menu sampai pengaduan, nah bisa menghubungi hotline kita dan dijawab oleh AI. Itu sudah terintegrasi dengan sistem di pusat, melalui website dan WhatsApp kita," kata Arlan Hardi saat ditemui pada hari Kamis, 2 Juli 2026.

Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa sistem AI ini telah terhubung secara terpusat dengan sistem data induk program MBG di tingkat yang lebih tinggi. Komunikasi publik kini dapat dilakukan melalui berbagai kanal digital seperti situs web resmi dan aplikasi pesan instan WhatsApp.

Adopsi teknologi ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memastikan transparansi dan kecepatan layanan publik terkait program gizi bagi warganya.

Dilansir dari sumber berita awal, implementasi ini diharapkan menjadi model bagi unit pelayanan lain di wilayah Bandung Barat maupun daerah lain yang ingin mengoptimalkan program serupa.