POLA JABAR – Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, telah menghadirkan transformasi infrastruktur yang terukur dan merata di seluruh penjuru kota. Melalui visi Bandung UTAMA (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis), Pemkot Bandung menitikberatkan penguatan infrastruktur dasar sebagai fondasi kota yang aman dan berdaya saing.
Sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026, berbagai program strategis telah direalisasikan, mulai dari penerangan jalan, perbaikan jalan, revitalisasi taman, hingga perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu).
Bandung Kian Terang dengan 4.106 Titik PJL
Melalui program Bandung Caang Utama, Dinas Perhubungan Kota Bandung berhasil membangun 501 tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) dengan total 4.106 titik Penerangan Jalan Lingkungan (PJL). Pembangunan ini menyasar kawasan permukiman padat hingga gang sempit yang sebelumnya minim cahaya.
Inovasi menarik lainnya adalah program Penerangan Jalan Gang (PJG) untuk akses jalan di bawah dua meter, yang telah diuji coba di delapan lokasi. Sistem pemeliharaan 24 jam juga diterapkan guna memastikan seluruh titik lampu berfungsi optimal demi keamanan warga di malam hari.
Kemantapan Jalan Mendekati 90 Persen
Di sektor jalan, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) telah memperbaiki jalan sepanjang 29,52 kilometer pada tahun anggaran 2025. Sebanyak 266 ruas jalan, termasuk rute protokol seperti Jalan Dago, Pahlawan, dan Batu Nunggal, telah selesai ditangani.
Hasilnya, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung kini mendekati angka 90 persen. Selain jalan, rehabilitasi drainase juga terealisasi sepanjang 14.657 meter untuk mengatasi genangan di titik rawan seperti Terusan Jakarta, Cingised, dan Leuwipanjang.