POLA JABAR - Kota Bandung terus mematangkan langkah dalam memperbaiki kualitas lingkungan air melalui kemitraan strategis dengan Kota Kawasaki, Jepang. Program bertajuk Bandung City and Kawasaki City Gesuido Project (BKG) ini telah memasuki tahap evaluasi dengan capaian yang signifikan dalam pengelolaan air limbah domestik.
Manajer Unit Promosi Proyek Internasional, Misu Yukihiko, menjelaskan bahwa kolaborasi ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk mengatasi masalah sanitasi di Bandung. Saat ini, mayoritas wilayah Bandung (sekitar 80 persen) telah memiliki infrastruktur septic tank dan pipa, namun efektivitasnya masih terhambat oleh masalah teknis.
Masalah utama yang diidentifikasi di lapangan adalah ketidaksempurnaan sambungan pipa yang mengakibatkan limbah rumah tangga bocor ke sungai. Selain itu, banyak septic tank yang tidak mendapatkan perawatan berkala. Kondisi ini menuntut adanya intervensi bukan hanya dari sisi teknis, tapi juga edukasi.
“Karena itu, kami menilai peningkatan kepedulian masyarakat menjadi poin penting yang harus dimasukkan dalam proyek ini,” kata Micu di Pendopo Kota Bandung, Rabu 21 Januari 2026.
Melalui keterlibatan berbagai instansi seperti DSDABM, DPKP, DLH, dan Perumda Tirtawening, proyek BKG berhasil mencatatkan statistik yang impresif:
Pertukaran Ahli: 54 staf dari Pemkot Kawasaki terlibat dalam 13 kegiatan di Bandung. Sebaliknya, 25 staf Pemkot Bandung telah menjalani pelatihan intensif langsung di Jepang.
Materi Edukasi Kreatif: Tim proyek menciptakan media visual dan video edukasi dengan karakter khusus agar pesan tentang pentingnya air bersih lebih mudah diterima oleh warga.
Peningkatan Kapasitas: Pelatihan bagi 172 pemangku kepentingan berhasil meningkatkan pemahaman staf hingga 84 persen.
Edukasi Sekolah Dasar: Seminar yang melibatkan 338 siswa kelas 4 SD menunjukkan hasil nyata; 80 persen peserta sudah mulai mengubah perilaku hidup bersih tiga bulan setelah mengikuti program.