POLA JABAR – Kota Bandung kini tengah menghadapi situasi darurat sampah setelah volume limbah rumah tangga dan pasar meningkat tajam akibat curah hujan dan keterbatasan pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kondisi ini membuat Pemerintah Kota Bandung kembali mengimbau masyarakat untuk mulai mengolah sampah dari rumah agar penumpukan tidak semakin parah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Dudy Prayudi, mengatakan bahwa krisis sampah ini harus menjadi momentum bagi warga untuk lebih bijak dalam mengelola limbah rumah tangga.

“Kalau setiap rumah tangga bisa memilah dan mengolah sampahnya sendiri, maka volume sampah yang masuk ke TPS bisa berkurang hingga 40 persen,” ujarnya di Bandung, Jumat, 31 Oktober 2025.

1. Pisahkan Sampah Organik dan Anorganik Sejak Awal

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memisahkan sampah organik (sisa makanan, daun, kulit buah) dan anorganik (plastik, kaleng, kaca).

Dengan pemisahan ini, proses daur ulang menjadi lebih mudah, dan sampah organik bisa langsung diolah menjadi kompos.

“Kesadaran memilah dari rumah itu kunci. Karena kalau sudah tercampur di tong, sulit diolah lagi,” jelas Dudy.

2. Olah Sisa Makanan Jadi Kompos